Rabu, 11 Oktober 2017

SOP PERAWATAN PRINTER DI KANTOR (tugas2.2 ATSI)


Sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam SOP perawatan printer atau cara merawat printer. Namun kalau hal itu kita lakukan dengan benar akan sangat berpengaruh terhadap kinerja dan usia pakai printer kantor. Berikut ini saya share SOP perawatan printer atau cara merawat printer sesuai pengalaman pribadi saya, khususnya Inkjet printer yaitu yang menggunakan Tinta Cair : 
  1. Gunakan printer secara berkala dan teratur. Jangan membiarkan printer “nganggur” dalam waktu yang cukup lama. Setiap hari atau dua hari sekali printer harus dipakai untuk mencetak paling tidak 2 – 3 lembar dan pastikan hasil cetakannya sempurna. Usahakan cetakan berimbang dalam hal warna… artinya jangan warna hitam saja tetapi  cetaklah tulisan/gambar yang mengandung unsur warna hitam, merah, kuning dan biru (warna-warni) sehingga diharapkan seluruh Head bekerja semua. Hal ini bertujuan menjaga agar tinta pada seluruh Print Head tidak mengering/menggumpal.
  2. Jangan biarkan Cartridge/Ink Tank kosong dalam waktu cukup lama. Segera isi Cartridge apabila tinta mulai kosong/habis. 
  3. Dalam melakukan isi ulang/refile khususnya saat melepas cartridge, jangan sampai menyentuh pin CMOS (ditandai dengan gambar telapak tangan yang di silang). Pin tersebut sangat sensitif (bisa rusak) akibat listrik statis yang berasal dari tubuh kita. 
  4. Gunakan merk tinta yang sama saat isi ulang/refile. Kalaupun berbeda pastikan tinta pada cardtridge telah benar-benar kosong/habis. Hal ini untuk menghindari adanya reaksi penggumpalan tinta akibat merk  tinta berbeda yang dapat menyumbat lubang tinta pada Head. Ini yang biasanya sering dilupakan dalam tips perawatan printer. 
  5. Saat mencetak  gunakan kertas yang bersih dan masih “layak” artinya tidak lusuh atau “lungset” karena kertas yang lusuh dapat menyebabkan macet/berhenti mencetak atau “mbulet” akibat kertas yang slip pada rol printer. Selain itu kertas yang berdebu dapat menyebabkan debu nempel ke  Head.
  6. Bersihkan printer yang kotor menggunakan kuas atau lap dengan kain. Khusus bagian dalam gunakan kuas kecil untuk dapat mencapai sela-sela yang sulit. Saat melakukan pembersihan pastikan printer dalam keadaan OFF atau Mati total (kabel listrik tercabut). 
  7. Gunakan penutup printer supaya terlindung dari debu. Anda dapat menutupnya rapat dengan kain sehingga masih ada pertukaran udara. Jangan menggunakan penutup (menutup rapat) dengan plastik karena udara lembab dapat mempercepat kerusakan printer. 
  8. Kalau printer Anda sering digunakan (biasanya untuk kantor) jangan sering-sering mematikan printer pada setiap habis ngeprint… biarkan printer tetap menyala. Hal ini untuk meminimalisir Over Hit Counter pada Limit Counter BIOS. Semua printer memiliki batasan jumlah mencetak (rata-rata 2000 kali). Setiap kita menyalakan printer maka Counter akan bertambah (dianggap 1 kali mencetak). Bayangkan kalau selama jam kerja (misal 8 jam) kita mematikan dan menyalakan printer sampai 10 kali atau 20 kali….?!! maka hal tersebut akan mempercepat kita melakukan RESET Counter pada BIOS printer kita. 
  9. Jangan terlalu sering mencetak gambar / tulisan yang dipertebal atau Fill dengan kepadatan yang tinggi karena akan memperberat kerja Head yang otomatis akan memperpendek usia Head. 
  10. Khusus printer yang pakai Infus,… Letakkan Tangki Tinta Infus sejajar (agak rendah sedikit) dengan Catridge. Hal ini untuk menjaga agar tinta tidak mengalir secara langsung ke Catridge pada saat printer tidak digunakan.
  11. Bersihkan/cuci Busa/Spon Penghisap tinta yang ada dibagian Dalam printer paling tidak 1 tahun sekali atau kalau dirasa daya hisapnya mulai melemah. Biasanya ditandai dengan tidak berjalannya Proses Cleaning Head atau ada luberan tinta dibagian dalam printer. Kalau hal tersebut dibiarkan bisa berbahaya bagi rangkaian elektronik/mekanik printer. Pada beberapa kasus dipakai trik yaitu dengan mengeluarkan slang yang masuk  penghisap dan ditampung pada wadah tersendiri. Khusus yang no.12 ini kalau Anda belum berpengalaman bisa minta bantuan Teknisi IT.

SOP USER MEMAKAI PC KANTOR (tugas2.1 ATSI)



1. Tekan tombol power ON untuk menyalakan CPU

2. Tekan tombol power ON untuk menghidupkan monitor

3. Tekan tombol CTRL + ALT + DEL pada saat tampil form ”Welcome to Windows” di layar monitor

4. Setelah form ”Log on to windows” tampil, maka :  
    Untuk login ke domain menggunakan user name pribadi 
  • Isi kolom User name dengan User name Anda  
  • Isi kolom Password dengan Password Anda 
  • Pada kolom Log on to, pilih SI
    Untuk login ke domain menggunakan user name tamu
  • Isi kolom User name dengan ”tamu”
  • Isi kolom password dengan ”234”
  • Pada kolom Log on to, pilih ”this computer” 
5. Klik tombol OK

6. Tunggu proses Login sampai komputer siap untuk digunakan

7. Untuk mengakhiri proses, tutup semua aplikasi yang telah digunakan
8. Selesai praktikum, komputer wajib di log off / di shutdown, caranya 
    Log Off :
  • Klik tombol Start 
  • Klik tombol Log Off
  • Setelah form ”Log Off Windows” tampil, klik tombol log off
  • Tunggu sampai form “ Welcome to Windows” ditampilkan
         Shutdown :  
  • Klik tombol Start 
  • Klik tombol shutdown 
  • Setelah form “Shutdown Windows” tampil, pilih shutdown 
  • Tekan OK
9. Tekan tombol power Off untuk mematikan monitor

Selasa, 10 Oktober 2017

Aplikasi Audit Sistem Informasi (Tugas ATSI-UG)

Audit dapat dikatakan juga sebagai kegiatan pemeriksaan yang dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi tindakan atau kegiatan, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak artinya penilaian yang dilakukan harus berdasarkan nilai yang real nyata dan kuantitatif, untuk tipe pengaudit disebut juga auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Tujuan Audit atau Evaluasi

Tujuan umum audit atau evaluasi adalah untuk menyatakan pendapat atas kewajaran laporan hasil dan tujuan tercapaiannya kegiatan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip- prinsip evaluasi yang telah di tentukan.
Beberapa software sistem aplikasi audit dan evelauasi yang kami kembangkan:
  1. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Pegawai
  2. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Dosen
  3. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja Guru
  4. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Kinerja PNS
  5. Software aplikasi dan Sistem Audit Keuangan (Desa, Sekolah, Kecamatan,Kabupaten, dan provinsi)
  6. Software aplikasi dan Sistem Audit Anggaran Belanja
  7. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi Pendapatan Perusahaan
  8. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi Pemasaran
  9. Software aplikasi dan Sistem  Evaluasi produksi
  10. Software aplikasi dan Sistem Audit Investasi
  11. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Proyek
  12. Software aplikasi dan Sistem  Program pembangunan dan pemberdayaan
  13. Software aplikasi dan Sistem Evaluasi Pembelajaran
  14. dll

Di atas adalah contoh-contoh sistem audit untuk kebutuhan audit lainya Anda dapat menghubungi kami. Dan silahkan konsultasikan, kami akan kembangkan sistem audit sesuai dengan kebutuhan Anda. Hal penting dalam audit dan evaluasi yang lain adalah variabel dan hasil.
  • Variabel Audit

ðMerupakan variabel atau kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian atau evaluasi. Variabel ini digunakan sebagai dasar penilaian dan aspek pembanding antara kriteria penilaian satu varabel dengan yang lainnya.
Contoh-contoh variabel audit
  1.       Kualitas Sistem
  2.       Kualitas informasi
  3.       Kualitas layanan
  4.       Manfaat
  5.       Solutif

  •      Hasil audit

=> Merupakan bagian yang menjadi aspek penting. Hasil audit diharapkan menghasilkan penilaian yang objektif, bukan berdasarkan aspek supjektif tentang suatu penilaian. Dengan Penilaian objektif, maka nilai lebih adil untuk penilaian audit. Dalam beberapa projek yang kami kembangkan, hasil audit dapat berupa perankingan nilai variabel audit, persentase pencapaian, dan penilaian akhir yang bersifat kualitatif dan didasarkan nilai kuantitatif.

Tujuan Audit Sistem Informasi (Tugas ATSI-UG)

Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama dari ketatakelolaan IT, yaitu :
  1. Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu :Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) danCompliance (Kepatuhan).
  2. Performance (Kinerja) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu :Effectiveness(Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).

Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber tujuan audit yaitu :
  • Mengamankan asset
  • Menjaga integritas data
  • Menjaga efektivitas sistem
  • Mencapai efisiensi sumberdaya.

Keempat tujuan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Mengamankan aset, aset (activa) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.Sama halnya dengan aktiva – aktiva yang lain, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras dapat rusak karena unsur kejahatan atau sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi.
  2. Menjaga integritas data, integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya. Akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Meskipun demikian, perlu juga disadari bahwa menjaga integritas data tidak terlepas dari pengorbanan biaya. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.
  3. Menjaga efektivitas sistem, sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user). Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user (misalnya pengambil keputusan), auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya. Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu. Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini akan memberikan masukan bagi pengambil keputusan apakah kinerja sistem layak dipertahankan; harus ditingkatkan atau perlu dimodifikasi; atau sistem sudah usang, sehingga harus ditinggalkan dan dicari penggantinya Audit efektivitas sistem dapat juga dilaksanakan pada tahap perencanaan sistem (system design). Hal ini dapat terjadi jika desainer sistem mengalami kesulitan untuk mengetahui kebutuhan user, karena user sulit mengungkapkan atau mendeskripsikan kebutuhannya. Jika sistem bersifat komplek dan besar biaya penerapannya, manajemen dapat mengambil sikap agar sistem dievaluasi terlebih dahulu oleh pihak yang independen untuk mengetahui apakah rancangan sistem sudah sesuai dengan kebutuhan user. Melihat kondisi seperti ini, auditor perlu mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi sistem dengan berfokus pada kebutuhan dan kepentingan manajemen.
  4. Mencapai efisiensi sumberdaya, suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut. Sumberdaya seperti ini biasanya sangat terbatas adanya. Oleh karena itu, beberapa kandidat sistem (system alternatif) harus berkompetisi untuk memberdayakan sumberdaya yang ada tersebut.

Adapun tujuan yang lain adalah :
  1. Untuk memeriksa kecukupan dari pengendalian lingkungan, keamanan fisik, keamanan logikal serta keamanan operasi sistem informasi yang dirancang untuk melindungi piranti keras, piranti lunak dan data terhadap akses yang tidak sah, kecelakaan, perubahan yang tidak dikehendaki.
  2. Untuk memastikan bahwa sistem informasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa membantu organisasi untuk mencapai tujuan strategis.

Pengertian Audit Sistem Informasi (Tugas ATSI-UG)

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien

Minggu, 15 Januari 2017

(Tugas Softskill Peng. Teknologi Sistem Cerdas) SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA GANGGUAN JIWA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang

Suatu gejala penyakit dapat merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat membahayakan pasien, tetapi pada kenyataannya gejala penyakit tersebut terkadang dianggap remeh oleh pasien. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, menangani suatu penyakit dapat dilakukan dengan cepat dsn mudah yaitu dengan menggunakan sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan dari seorang pakar dalam memecahkan masalah yang merupakan sistem pakar yang ditetapkan dalam hal medis.

Gangguan jiwa merupakan gangguan psikologis yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: faktor ekonomi, politik, maupun faktor keluarga. Gangguan jiwa cenderung terjadi diakibatkan stres, cemas dan depresi, sehingga daya pikir penderita diluar kenormalan manusia pada umumnya, karena gangguan kejiwaan bisa diderita oleh kalangan manapun,  terlebih adanya faktor keturunan.

Apabila gangguan jiwa ini tidak mendapat perhatian dan penanganan yang cepat serta tepat maka akan sangat berdampak buruk bagi para penderita. Beberapa dampak buruk itu antara lain, penderita akan selalu dikucilkan oleh masyarakat, gangguan jiwa yang dialami penderita akan semakin parah sehingga akan lebih menyulitkan dalam hal pengobatan, dampak buruk tersebut juga dapat berpengaruh kepada keluarga maupun keturunan penderita yang juga dapat mengalami gangguan jiwa. Dampak yang paling parah apabila gangguan jiwa yang diderita cukup berat dapat menimbulkan suatu keinginan atau tindakan untuk melakukan bunuh diri atau melakukan suatu tindakan yang lebih parah seperti pembunuhan dan hal tidak wajar lainnya.

Dengan adanya aplikasi sistem pakar memudahkan dalam berkonsultasi dengan cepat dan tidak membutuhkan biaya besar serta dapat memberi pemahaman pada masyarakat bagaimana gejala – gejala awal gangguan jiwa. Aplikasi diagnosis gangguan jiwa yang akan dibuat menggunakan sistem pakar akan mencatat gejala – gejala dari pasien dan akan mendiagnosis tingkat/kategori gangguan jiwa berdasarkan pengetahuan yang didapati dari seorang pakar, maka diharapkan aplikasi ini dapat membantu dan mempermudah pihak – pihak terkait  dalam melakukan diagnosis penyakit bagi pasien.

Berdasarkan latar belakan diatas, maka penulis sangat tertari untuk melakukan penelitian tentang “SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA GANGGUAN JIWA MENGGUNAKAN METODE FUZZY MULTIPLE  ATTRIBUTE DECISION MAKING (Studi Kasus RSUD dr. Fauziah Bireuen).


1.2.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
  1. Bagaimana mengindentifikasi gangguan kejiwaan dengan gejala-gejala yang timbul pada penderita gangguan jiwa.
  2. Bagaimana membuat atau membangun suatu sistem untuk mendiagnosa penyakit gangguan jiwa.
  3. Bagaimanakah menentukan kategori gangguan jiwa yang di derita pasien dengan menimplementasi metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM)  kedalam sistem pakar.



1.3.  Batasan Masalah

Batasan masalah penelitian adalah sebagai berikut:
  • Mendiagnosa penyakit gangguan jiwa berdasarkan gejela-gejala yang diderita
  • Input gejala-gejala gangguan jiwa yang menyerang pasien.
  • Metode yang digunakan yaitu Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM).
  • Bahasa pemograman yang digunakan yaitu PHP dan MySQL



1.4.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah penulis kemukakan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem pakar untuk mengidentifikasi gangguan jiwa serta mencari solusi yang tepat.


1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah penulis kemukakan diatas, maka manfaat dari penelitian ini adalah :
  • Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam dunia kesehatan serta memberi informasi pengetahuan tentang penyakit – penyakit yang diderita oleh pasien gangguan jiwa dan gejala – gajalanya disertai tindakan yang harus diambil untuk mencegah langkah awal yang muncul pada pasien.
  • Penelitian ini diharapkan dapat memberikan  dignosa penyakit yang tepat bagi penderita gangguan jiwa.



1.6.  Metodelogi Penelitian

Untuk memperoleh data sebagai bahan yang menggunakan metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM), penyusunan penulisan ilmiah ini, dilakukan beberapa cara pengumpulan data. Adapun metode yang dilakukan antaralain :
a.) Studi Pustaka
Dengan mencari berbagai referensi dari berbagai sumber, baik majalah, buku,ataupun dari internet yang berkaitan dan mendukung penulisan ilmiah ini.
b.) Studi Lapangan
Studi yang dilakukan secara lansung yaitu dengan mengamati secara langsung ketempat penelitian yang terkait.

1.) Wawancara ( interview)
Selama melakukan penelitian penulis mengadakan wawan cara dengan dokter, perawat dan kelurga pasien.

2.) Pengamatan (Observasi)
Penulis meninjau langsung ke RSUD dr. Fauziah Bireuen


1.7.  Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan penulisan ilmiah ini, penulis akan menjelaskan tentang sistematika penulisan yang terdiri dari beberapa bab, yaitu:

BAB I        PENDAHULUAN
Pokok bahasan meliputi latar belakang permasalahan, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
 
BABII        LANDASAN TEORI
Pokok bahasan menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi -definisi atau model yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.

BAB III     ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menguraikan tentang analisis terhadap permasalahan yang terdapat di kasus yang sedang diteliti. Meliputi analisis terhadap masalah sistem yang sedang berjalan, analisis hasil solusinya, analisis kebutuhan terhadap sistem yang di usulkan, analisis kelayakan sistem yang diusulkan. Perancangan sistem berisikan metode penyelesaian masalah sistem lama dengan membuat rancangan untuk sistem baru yang diusulkan.

BAB IV     IMPLEMENTASI
Bagian ini berisi penjelasan tentang lingkungan implemetasi (OS, perangkat keras dan bahasa pemrograman yang digunakan), file-file implementasi analisa dan perancangan sistem dari masing-masing modul atau klas (relasinya) serta algoritma yang diimplementasikan.

BAB V       PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
Untuk kategori topik pengembangan perangkat lunak (dimana perangkat lunak sebagai produk utama/akhir), maka bagian ini berisi penjelasan tentang strategi pengujian (unit, integrasi dan validasi) dan teknik pengujian (black box atau white box) yang dilakukan. Dijelaskan juga seluruh kasus uji beserta hasil pengujiannya. Di dalam penjelasan setiap kasus uji harus dimasukkan antara lain tujuan, data masukan, prosedur uji dan hasil yang diharapkan.

BAB VI     KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini terdapat kesimpulan dari semua pembahasan yang ada dengan saran-saran yang ditujukan bagi para pembaca atau pengembang.

Selasa, 08 November 2016

Sistem Cerdas #tugassoftskill Yunias Ferry 1c114585

Pengertian Sistem Cerdas
                Sistem cerdas adalah sistem yang menerapkan kecerdasan buatan. Jadi, “kecerdasan” inilah yang diciptakan untuk kemudian dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer. Sistem ini dibuat agar dapat berpikir layaknya manusia. Sistem ini juga dibuat agar dapat “berperilaku” seperti manusia, juga mampu menyerap pengalaman dan mampu bertindak berdasarkan pengalaman tersebut, sehingga sistem ini seolah-olah mempunyai kehendak sendiri dan mampu berpikir seperti halnya manusia.

Sejarah kecerdasan buatan
                Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol yang bernama Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat mengskakmat raja laannya dengan sebuah raja dan ratu.
Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai ditemukannya komputer digital.
  • ·         Pada tahun 1950-an Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris. Pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bias tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas(dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
  • ·         Istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada tahun 1956 ketika John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP
  • ·         Loghic Theorist (1956), diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
  • ·         Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky (1958)
  • ·         Sad Sam, deprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapn.
  • ·         Muncul logika samar (1965) yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas system komputer. Logika samar mengukur ketidaktepatan dengan cara yang tepat, seperti yang diperlukan mesin.
  • ·         ELIZA (1967), diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
  • ·         Program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU (1968) merupakan Expert System yang pertama.
  • ·         Pada tahun 1972 bahasa Prolog dimunculkan.
  • ·         John Holland (1975) mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika (Algoritma Genetika) .
  • ·         Sistem catur AI mengalahkan manusia (Pecatur master) pada tahun 1991.
  • ·         Robotik, peranti mekanika yang diprogram untuk melakukan berbagai tugas.


Tiga konsep dasar dalam sistem cerdas
  • 1.       Bagaimana kerja otak manusia?
  • 2.       Bagaimana manusia berpikir?
  • 3.      Bagaimana manusia merasa?


Kegunaan Sistem Cerdas
                Sistem cerdas bertujuan untuk membuat mesin dapat berinteraksi dengan manusia layaknya cara manusia manusia berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak. Tujuannya tak lain adalah untuk membantu, memudahkan, dan mengefisienkan kerja manusia. Sistem cerdas mampu mengenali pola dalam interaksinya dengan manusia sehingga mampu menyerap pengalaman.

Contoh Sistem Cerdas
                Sistem cerdas menerapkan kecerdasan buatan pada mesin atau komputer. Contoh dari sistem cerdas yang sering kita temui sehari-hari adalah pada games, contohnya seperti pada game Catur computer atau game sepak bola yang memiliki banyak sekali kemungkinan gerak aksi-reaksi pada unsur-unsur dalam games tersebut sehingga tidak mungkin ditangani oleh pemrograman konvensional. Sistem cerdas juga dapat diterapkan di bidang robotika, misalnya sistem cerdas ini dapat membuat analisa keseimbangan pada gerak refleks robot BigDog atau analisa lengan robot yang mampu mengangkat telur tanpa memecahkannya. Sistem cerdas juga memungkinkan kita berinteraksi secara emosional pada robot yang dapat memiliki unsur rasa.

Soundtrack first opening of the Anime Boruto

KANA-BOON - Baton Road (Baton Delivery) ~ TV SIZE ~ Boruto: Naruto Next Generation Opening # 1 [Lyrics] ROMAJI: Mirai wo ima ni oi...